Amuslimphysician’s Blog


Mengenai Cita…

Posted in Uncategorized by amuslimphysician on February 6, 2009

Angan-angan dan cita-cita menurut saya adalah dua kata yang bisa dibilang mempunyai arti yang sama. Keduanya merupakan sesuatu yang amat sangat di mimpikan dan dinantikan oleh seseorang. Tetapi jika dicermati lagi, ternyata arti kata ”cita-cita” erat hubungannya dengan profesi atau pekerjaan.

 

Mengenai cita-cita hidup saya, sebenarnya banyak dan sempat berubah-ubah menurut situasi dan kondisi yang saya hadapi. Tulisan ini saya buat secara spontan setelah mendengarkan radio dan mengingat bahwasanya dulu sejak kecil, sekitar kelas dua sekolah dasar, saya pernah bercita-cita menjadi seorang penyiar radio. Dulu saya bersama adik saya yang pertama (selisih enam tahun lebih muda dari saya) sering bermain radio-radionan. Maksudnya disini adalah saya yang menjadi penyiar radionya sedangkan adik saya menjadi penelpon dan pendengar yang nantinya akan meminta –request- lagu. Properti yang kami gunakan adalah VCD player, sound system dan mic yang berada di ruang keluarga. Dan mulailah saya mengoceh layaknya penyiar radio ulung. Ya, begitulah kisah saya mengenai radio. Uupss, tetapi tidak berhenti disitu.. dimulai dari keisengan seorang bocah cilik, inipun berlanjut sampai saya duduk di bangku SMA. Saya mengikuti sebuah training broadcaster. Uhuiii..

 

Tidak hanya penyiar radio, ternyata masa kecil saya juga dipenuhi dengan cita menjadi seorang astronot. Sejak kecil saya memang senang memandangi langit. Entah pagi hari, siang, sore, ataupun malam hari cukup sering saya lakukan.

 

Dengan menatap langit, saya menyadari bahwa begitu kecilnya dunia ini. Sungguh, amat sangat kecil! Dan begitu besar PenciptaNya.. sungguh, Maha Besar Allah! Bumi merupakan salah satu planet dari tata surya kita dan mempunyai satu bintang,  bernama matahari. Dalam galaksi kita saja terdapat bermilyar-milyar bintang, dan tentunya planet dengan jumlah yang lebih banyak pula. Padahal di alam semesta ini ada lebih dari ratusan milyar galaksi. Bayangkan!! Berawal dari kebiasaan itulah saya menjadi menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan astronomi. Dan saya pun bercita-cita menjadi astronot. Namun cita itu tak berlangsung lama. Setelah saya berpikir lagi, ternyata jadi astronot itu resikonya sangatlah besar. Bukan hanya sekedar jet lack, tapi ini jauh lebih serius tingkatannya karena sudah melewati dilatasi waktu yang berbeda, atau kata Einstein relativitas waktu. Yah, namanya juga masih anak kecil. Berpikirnya ya hanya dari satu sisi baiknya saja, sisi enaknya kalo jadi astronot, kan bisa jalan-jalan ke bulan, ke luar angkasa.

 

Pernah suatu ketika saya duduk di kelas dua sekolah menengah pertama –di SMP N 5 Yogyakarta- sepulang les di Bina pawitikra, saya dijemput oleh ayah saya. Saya pikir nantinya akan langsung pulang kerumah, Namun apa yang terjadi?! Ayah saya membawa saya ke sebuah tempat, kalau tidak salah di sekitar UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Nah, ternyata disitu ada seorang profesor dan beberapa teman ayah saya yang sedang asyik mengamati bintang, planet dengan teropongnya. Waw, sungguh menakjubkan. Saya pun diajak menikmati keindahan itu. Mulai dari meneropong planet Venus yang bentuknya dari bumi terlihat seperti bulan sabit sampai bintang alfa Centauri- proxima Centauri, si bintang kembar.

 

Penyiar radio dan astronot. Dua buah cita yang mungkin Belum bisa saya wujudkan. Selain dua kata benda itu, saya pernah juga berkeinginan menjadi seorang ahli meteorologi dan geofísika. Sangat menantang sepertinya bekerja di bidang itu. Terinspirasi oleh beberapa film yang mengisahkan tentang badai, angin taufan, ataupun bencana alam lainnya. Film Dante’s peak, jorney to the center of earth, Tornado, The Day After Tomorrow dan beberapa film lainnya mau tak mau telah mempengaruhi saya. Membuat saya berpikir “being an engineer is very interesting and give me challenge.”

 

Hal itu didukung oleh kemampuan saya yang pandai dalam berhitung. Dari kecil saya memang jago matematika dan fisika. Hanya saja setelah memasuki bangku Senior High School entah kenapa saya tidak lagi pandai pelajaran fisika. Saya memang menyukai pelajaran itu, namun saat SMA malah belum bisa menaklukkan soal-soal dan kasus fisika. Dan malah tertaklukkan oleh soal fisika itu sendiri.ahahah Biologi lebih membuat saya tertarik daripada fisika.

 

And finally, saya sekarang menuntut ilmu di pendidikan dokter. Dan pastinya, saya nantinya akan menjadi seorang dokter. Be a muslim doctor! Amiin.. apapun cita-cita yang pernah saya miliki, merupakan sekelumit dari perjalanan pikiran saya. Dari keinginan menjadi seorang penyiar radio, astronot, ahli geofísika, engineer dan akhirnya saya akan menjadi dokter. Amiin.. Namun semua cita saya tadi tidak akan saya hentikan sampai disini. Saya pernah berpesan kepada seorang teman saya yang kebetulan adalah seorang presenter televisi agar mencoba untuk masuk ke dunia radio. Awalnya dia menolak dan lebih memilih konsentrasi di televisi, Namun akhirnya dia berkata bahwa dia akan mencoba masuk dunia radio. Senangnya hati saya ada seorang teman yang akan meneruskan cita saya. Nah, kalo yang mengenai engineer, … =p

 

 

***

 

                                                                                    5MART 8EFORE BRILLIANT

20 JANUARI 2009

 

Advertisements

One Response to 'Mengenai Cita…'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Mengenai Cita…'.

  1. firda said,

    hm hmmm… yang engineer trus piye??hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: